Januari-Oktober, 176 Kasus Kebakaran Terjadi di Jakpus

Selama periode Januari hingga Oktober 2021, sebanyak 176 kasus kebakaran terjadi di Jakarta Pusat. Dari jumlah itu, korsleting listrik masih menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran.

Kepala Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat, Asril Rizal mengatakan, untuk penyebab utama kebakaran masih didominasi korsleting listrik sebanyak 111 kejadian.

Lalu, 20 kasus akibat kebocoran gas, 13 kasus akibat pembakaran sampah, tujuh kasus akibat puntung rokok, satu kasus akibat lilin yang menyala dan 24 kasus akibat penyebab lainnya.

"Total kerugian materiil selama periode tersebut mencapai Rp 34,67 miliar dengan luas area yang terbakar mencapai 616.073 meter persegi. Sedangkan warga yang kehilangan tempat tinggal sebanyak 351 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 1.296 jiwa," ujar Asril, Jumat (5/11).

Adapun kasus kebakaran tersebut terjadi sebanyak 40 kasus di Kecamatan Tanah Abang, 26 kasus di Kemayoran, 24 kasus di Cempaka Putih, 20 kasus di Menteng, 18 kasus di Kecamatan Gambir, 17 kasus Johar Baru, 16 kasus di Sawah Besar dan 15 kasus di Senen, lanjut Asril.

"Kami selalu mengimbau warga untuk lebih waspada dan berhati-hati terutama dalam penggunaan listrik. Karena di bulan Oktober ini paling banyak kejadian kebakaran dibandingkan bulan lainnya, sekitar 30 kasus," tandasnya.