Gedung Enam Lantai Runtuh di India, Lima Orang Ditemukan Tewas

DELHI, - Setidaknya lima orang dipastikan tewas akibat sebuah gedung enam lantai yang runtuh di India, Selasa (17/7/2018) malam. Insiden tersebut terjadi di Kota Greater Noida yang terkenal memiliki gedung-gedung yang dibangun tidak teratur dan menyalahi aturan demi memangkas biaya pembangunan. Upaya pencarian dan penyelamatan dilakukan dengan mengerahkan hingga lebih dari 100 orang yang bekerja menggunakan alat pemotong dan bor baja hingga Rabu (18/7/2018) malam. Hingga berita ini diturunkan, baru lima jenazah yang dapat dikeluarkan dari reruntuhan bangunan.

Melansir dari AFP, pihak berwenang belum dapat memastikan berapa banyak orang yang masih terperangkap di bawah puing-puing bangunan yang runtuh. Jumlah korban masih bisa bertambah seiring dengan dilakukannya proses pencarian. Petugas juga mengerahkan anjing pelacak untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah reruntuhan. Upaya pencarian terus dilakukan hingga sepanjang malam. Pernyataan pihak berwenang mengatakan, sebuah bangunan yang masih dalam tahap pembangunan ambruk dan menimpa bangunan empat lantai baru yang berada di dekatnya. Kepolisian telah menahan tiga orang, termasuk pemilik tanah atas insiden runtuhnya bangunan tersebut. "Kami menanyakan jenis kemitraan yang mereka miliki dalam proses pembangunan tersebut. Tindakan tegas akan diambil apabila mereka terbukti sebagai pihak yang bertanggung jawab," kata pejabat setempat, Avnish Kumar kepada AFP. Insiden runtuhnya bangunan kerap terjadi di seluruh penjuru India, terutama selama musim hujan pada Juni hingga September.

Belum dapat dipastikan apakah kejadian kali ini turut disebabkan curah hujan lebat beberapa terakhir di sekitar Delhi karena penyelidikan masih dilakukan. Sebelumnya pada Mei, sebanyak 18 orang tewas setelah sebuah jembatan layang yang masih dalam tahap pembangunan runtuh dan menimpa orang serta pengguna jalan di bawahnya. Sementara tahun lalu, setidaknya 30 orang tewas setelah sebuah bangunan berusia 100 tahun di Mumbai ambruk.